Moeldoko: Dana Desa Timbulkan Ketimpangan, Tapi Lama-Lama akan Hilang
![]() |
| Moeldoko: Dana Desa Timbulkan Ketimpangan, Tapi Lama-Lama akan Hilang. |
Jakarta - Kepala Staf
Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan pemerintah berusaha memperpendek jarak
ketimpangan ekonomi. Dia mengatakan ketimpangan ekonomi di Indonesia secara
umum makin baik.
"Gini ratio kita
cukup bagus teman-teman. Mana adanya perkembangan dari waktu ke waktu yang
sebelumnya 0,401 sekarang ini gini rasio kita 0,389. Jadi ketimpangan ada, tapi
ketimpangan semakin sempit," kata Moeldoko di pembukaan Rakornas Satpol PP
dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) untuk menyambut Pemilu 2019 di
Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (30/1/2019).
Dia
mengatakan ketimpangan ekonomi punya dampak pada kondisi keamanan dan
ketertiban di suatu negara. Ketimpangan ekonomi bisa menjadi sumber konflik.
"Pemerintah telah menjaga dan meningkatkan agar
ketimpangan itu semakin sempit," ucapnya.
Moeldoko mengatakan saat ketimpangan ekonomi secara umum bisa dipersempit, kondisi bebeda di desa. Dia mengatakan ada fenomena baru ketimpangan ekonomi makin meluas. Mantan Panglima TNI ini menyebut salah satu faktor pemicu lebarnya ketimpangan ialah program dana desa.
"Saat ini ada sebuah fenomena baru bahwa di desa justru ketimpangannya melebar. Kemarin saya diskusi dengan Menteri Desa. Karena orang desa yang pendapatannya tadinya kecil, sekarang pendapatannya meningkat dengan dana desa yang meluncur deras ke desa itu, maka keinginan mereka untuk membeli itu tinggi," ungkapnya. Dia mengatakan ketimpangan terjadi saat munculnya orang kaya baru di desa. Namun, menurutnya hal itu secara alami akan hilang.
Moeldoko mengatakan saat ketimpangan ekonomi secara umum bisa dipersempit, kondisi bebeda di desa. Dia mengatakan ada fenomena baru ketimpangan ekonomi makin meluas. Mantan Panglima TNI ini menyebut salah satu faktor pemicu lebarnya ketimpangan ialah program dana desa.
"Saat ini ada sebuah fenomena baru bahwa di desa justru ketimpangannya melebar. Kemarin saya diskusi dengan Menteri Desa. Karena orang desa yang pendapatannya tadinya kecil, sekarang pendapatannya meningkat dengan dana desa yang meluncur deras ke desa itu, maka keinginan mereka untuk membeli itu tinggi," ungkapnya. Dia mengatakan ketimpangan terjadi saat munculnya orang kaya baru di desa. Namun, menurutnya hal itu secara alami akan hilang.
Moeldoko sedikit bercerita saat dirinya masih aktif sebagai dinas di daerah Makassar, Sulawesi Selatan. Dia bercerita saat itu petani yang berduit membeli kulkas untuk menyimpan cengkeh. Padahal saat itu listrik belum masuk. Namun saat ini kulkas bukan lagi jadi barang istimewa karena dimiliki hampir semua orang setelah listrik dialirkan.
"Begitu keinginan
membeli itu tinggi, maka di desa itu menjadi ada ketimpangan, antara orang
miskin dengan orang kaya baru. Sehingga ini yang di antaranya menyebabkan
ketimpangan di desa itu. Tetapi lama-lama itu nanti akan hilang dengan
sendirinya," kata dia.
"Sebagai contoh
dulu saya dinas di Makassar. Pak Mendagri, agak lucu orang Palopo itu. Waktu
itu harga cengkeh tinggi, waktu itu listrik belum masuk desa. Tapi apa yang
dilakukan oleh orang Palopo? Dia berbondong-bondong membeli kulkas. Padahal
listrik tidak ada di sana. Itulah yang menjadikan kulkasnya untuk tempatnya
cengkeh. Jadi itulah yang menyebabkan adanya ketimpangan," sambung
Moeldoko.
Sumber : https://news.detik.com/

Posting Komentar untuk "Moeldoko: Dana Desa Timbulkan Ketimpangan, Tapi Lama-Lama akan Hilang"