Mendes Sebut Dana Desa Bisa Cegah Radikalisme dan Narkoba
![]() |
| Foto Kemendes PDTT |
Sukabumi - Menteri
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo
melakukan kunjungan kerja di Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten
Sukabumi, Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Eko meminta agar
kepala desa serius dalam membesarkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karena
kesuksesan BUMDes akan sangat membantu kesejahteraan masyarakat desa.
"BUMDes ini (Mukti Raharja Desa
Sukalarang) karena bagus, kita berikan bantuan Rp 50 juta. Saya minta besarkan
BUMDes-nya. BUMDes ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan desa, pendapatan
masyarakat. Kita sudah banyak membangun kerja sama untuk pengembangan BUMDes.
Kerja sama dengan BUMN kita piloting di Sukabumi dengan perusahaan swasta
hampir di 200 kabupaten," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa
(15/1/2019).
Lebih lanjut, Eko
menyampaikan bahwa dana desa di Desa Sukalarang mengalami peningkatan. Dari Rp
846 juta pada 2018 menjadi Rp 1,2 miliar pada 2019. Sehingga, dengan
dimanfaatkan untuk mengembangkan BUMDes yang bisa mensejahterakan masyarakat
desa, juga akan turut berpotensi dalam mencegah terjadinya radikalisme di desa.
"Besarkan BUMDes,
adakan pengajian-pengajian juga biar tidak radikal, tidak narkoba,"
ujarnya.
Terkait dana desa, Eko mengatakan, telah berhasil membangun sejumlah infrastruktur desa dengan jumlah yang sangat signifikan. Bahkan menurutnya, keberhasilan tersebut telah diakui oleh dunia. Adapun total dana desa yang diturunkan dari tahun 2015-2019 adalah sebesar Rp 257 triliun.
"Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat desa, karena dalam empat tahun ini dana desa berhasil membangun sesuatu yang tidak pernah terjadi di Indonesia, dan diakui dunia. Dan desa telah membangun hampir 200.000 km jalan desa, kurang lebih 1.000 km jembatan, hampir 1.000.000 unit sarana air bersih dan ribuan infrastruktur lainnya," ungkapnya.
Terkait dana desa, Eko mengatakan, telah berhasil membangun sejumlah infrastruktur desa dengan jumlah yang sangat signifikan. Bahkan menurutnya, keberhasilan tersebut telah diakui oleh dunia. Adapun total dana desa yang diturunkan dari tahun 2015-2019 adalah sebesar Rp 257 triliun.
"Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat desa, karena dalam empat tahun ini dana desa berhasil membangun sesuatu yang tidak pernah terjadi di Indonesia, dan diakui dunia. Dan desa telah membangun hampir 200.000 km jalan desa, kurang lebih 1.000 km jembatan, hampir 1.000.000 unit sarana air bersih dan ribuan infrastruktur lainnya," ungkapnya.
BUMDes Mukti Raharja
Desa Sukalarang sendiri, telah berdiri sejak tahun 2016. Kepala Desa
Sukalarang, Ece Suryadi mengatakan, bahwa BUMDes yang baru dua tahun berjalan
tersebut telah memiliki berbagai unit usaha di antaranya yakni perkebunan
jeruk, minimarket, dan produksi sandal. Untuk biaya pengembangan, BUMDes Mukti
Raharja menggunakan anggaran dana desa.
"Minimarket ini bantuan dari BUMN bekerja sama dengan bank BNI. Untuk pengembangan
"Minimarket ini bantuan dari BUMN bekerja sama dengan bank BNI. Untuk pengembangan
BUMDes secara
keseluruhan ini didanai oleh dana desa," ujarnya. Ece berencana, BUMDes Mukti Raharja akan mendirikan
rumah produksi yang akan menampung hasil panen jeruk itu sendiri untuk menjadi
produk olahan. Ia berharap, rumah produksi tersebut akan memberikan nilai
tambah tersendiri bagi perkebunan jeruk yang saat ini tengah dikembangkan.
"Dari tiga unit
usaha yang dimiliki BUMDes ini, sudah menyerap sejumlah tenaga kerja. Yang mana
mereka (tenaga kerja) juga merupakan warga desa sini," ungkapnya. (idr/hns)
Sumber: Detik.com

Posting Komentar untuk "Mendes Sebut Dana Desa Bisa Cegah Radikalisme dan Narkoba"