Manfaatkan Dana Desa, Mendes PDTT Targetkan 75 Ribu BUMDes di 2019
![]() |
| Foto Dok Kemendes PDTT |
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
(Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengungkapkan bahwa tahun ini dana desa
diprioritaskan untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan
ekonomi. Salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Targetnya
tentunya setiap desa memiliki BUMDes. Akhir tahun ini harus 75 ribu BUMDes
terbangun di semua desa. Pada tahun 2017 terdapat 45.549 BUMDes. Kita beruntung
banyak dibantu BUMN sama swasta untuk melakukan pembinaan karena kuncinya
adalah pendampingan. Karena kalau tidak didampingi, tidak akan jalan,"
terangnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/2/12019).
Selain itu, ia juga mengungkapkan tentang target desa mandiri. Menurutnya, target RPJMN tahun 2015-2019 mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang. Hal tersebut sudah terpenuhi di tahun 2018, yaitu sebanyak 6.518 desa tertinggal terentaskan menjadi desa berkembang. Kemudian, ada juga target meningkatkan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. Pada tahun 2018, sebanyak 2.665 desa berkembang meningkat menjadi desa mandiri.
Selain itu, ia juga mengungkapkan tentang target desa mandiri. Menurutnya, target RPJMN tahun 2015-2019 mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang. Hal tersebut sudah terpenuhi di tahun 2018, yaitu sebanyak 6.518 desa tertinggal terentaskan menjadi desa berkembang. Kemudian, ada juga target meningkatkan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. Pada tahun 2018, sebanyak 2.665 desa berkembang meningkat menjadi desa mandiri.
"Target
mengentaskan desa tertinggal sudah tercapai. Tentunya yang akan kita tingkatkan
lagi yaitu jumlah desa mandiri yang mudah-mudahan tahun ini bisa nambah 1.000
lagi," ujarnya optimistis.
Dengan adanya dana desa pada tahun 2019 sebanyak Rp 70 triliun tersebut, Eko berharap tiap desa akan mendapat dana untuk pembangunan desa sebesar Rp 700 juta sampai Rp 4 miliar.
Saat berbicara mengenai efektivitas dana desa dalam acara Squawk Box di Studio CNBC Indonesia, Jakarta pada Kamis (31/1), ia melanjutkan bahwa dalam lima tahun ini pemerintah telah menyalurkan dana desa hingga Rp 257 triliun. Menurutnya, persentase penyerapannya pun terus membaik.
Dengan adanya dana desa pada tahun 2019 sebanyak Rp 70 triliun tersebut, Eko berharap tiap desa akan mendapat dana untuk pembangunan desa sebesar Rp 700 juta sampai Rp 4 miliar.
Saat berbicara mengenai efektivitas dana desa dalam acara Squawk Box di Studio CNBC Indonesia, Jakarta pada Kamis (31/1), ia melanjutkan bahwa dalam lima tahun ini pemerintah telah menyalurkan dana desa hingga Rp 257 triliun. Menurutnya, persentase penyerapannya pun terus membaik.
Data mencatat, dana
desa tahun 2015 mencapai Rp 20,67 triliun dengan penyerapan 82,72%, tahun 2016
dana desa sebesar Rp 46,98 triliun dengan penyerapan 97,65%, dan pada 2017
jumlah dana desa sebesar Rp 60 triliun dengan penyerapan 98,54%. Sementara pada
tahun 2018, jumlah dana desa mencapai Rp 60 triliun dengan penyerapannya 99%.
"Penyerapan naik
terus. Tahun lalu sebesar 99%. Peningkatan penyerapan ini cerminan bahwa tata
kelola di desa membaik. Keberhasilan dana desa pun ditentukan oleh
pendampingan. Kami mempunyai 40 ribu pendamping desa. Saat ini, kami juga
bekerja sama juga dengan Forum Pertides (Perguruan Tinggi untuk Desa) dengan
100 universitas yang setiap tahun mengirim 75 ribu mahasiswa KKN tematik untuk
membantu pendampingan," pungkas Eko.
Sumber: Detik.com

Posting Komentar untuk "Manfaatkan Dana Desa, Mendes PDTT Targetkan 75 Ribu BUMDes di 2019"